Sejarah perkembangan teknologi tekstil

Pengertian Tekstil
Menurut Wikipedia Tekstil adalah material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang. Tekstil dibentuk dengan cara penyulaman, penjahitan, pengikatan, dan cara pressing. Istilah tekstil dalam pemakaiannya sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Namun ada sedikit perbedaan antara dua istilah ini, tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apapun yang terbuat dari tenunan benang, sedangkan kain merupakan hasil jadinya, yang sudah bisa digunakan.
Tekstil juga dapat diartikan sebagai jalinan antara lungsin dan pakan atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain , tenunan dan rajutan.
Tekstil biasa juga disebut sebagai material lembaran yang fleksibel terbuat  dari benang dari hasil pemintalan serat pendek (stapel) atau serat berkesinambungan atau flamen  yang kemudian ditenun, dirajut  atau  dengan  cara  penyatuan serat berbentuk lembaran

Sejarah Benang
     Penemuan benang diawali dengan penemuan benang sutera, benang sutrayangdi dapat dari ulat sutera pertama kali ditemukan oleh ratu Xi Ling-Shi ribuan taun lalu. Ceritanya, suatu hari ketika Ratu Xi Ling-Shi sedang bertamasya, ia menemukan kepompong ulat sutra. Karena penasaran, kepompong itupun disentuh dengan jarinya, diapun mencoba menarik selembar benang yang keluardari kepompong itu. Dan,sungguh menakjubkan, semakin dia tarik benangnyasemakin panjang hingga menutupi dan membalut jarinya. Ratupun berhentimenarik benang karena tangannya terasa panas.        
     Ketika benang itu habis, ratu melihat kepompong kecil. Akhirnya dia menyadari bahwa kepompong itu merupakan sumber benang yang disebut benang sutra. Ratu pun lalu bercerita kepada semua orang, sehingga penemuan ini dikenal secara luas. Benang tersebut kemudian dipintal dan dijadikan kain dan ternyata memiliki kualitas bagus. Selain sangat halus, kain halus kain sutera juga sangat lembut hingga banyak orang yang suka.
            Saat ini, sebagian besar benang jahit berbahan dasar sintetis, seperti poliester atau nilon, yang sebagian besarnya telah menggantikan penggunaan dari serat alami seperti katun dan linen yang sebelumnya menjadi pilihan bahan pembuatan benang.
Benang kerajinan tangan bahan dasar pembuatannya masihlah didominasi oleh katun, khususnya ketika pekerjaan tangan tersebut dikerjakan secara manual. Meskipun demikian, jika efek kerajinan tangan dibuat dengan menggunakan mesin, (seperti pada bordiran logo), maka benang sintetis akan menggantikan penggunaan benang katun dan rayon.

PERKEMBANGAN KAIN
                         Sejak zaman dahulu manusia sudah mengenal pakaian untuk melindungi tubuhnya dari perubahan suhu.Bahan yang digunakan untuk membuat pakaian tersebut biasanya berasal dari daun dan kulit binatang ,seperti Beruang,harimau dan sejenisnya yang mempunyai bulu tebal.Bahkan dalam legenda Sangkuriang di jelaskan ketika Dayang sumbi sedang menenun ,alat tenunnya jatuh keluar,karena terlalu lelah akhirnya Dayang sumbi mengucapkan janji “barang siapa yang dapat mengambilkan alat tenunnya jika dia perempuan akan di jadikan saudara dan jika dia laki-laki akan di jadikan suami”.Hal ini membuktikan bahwa pada jaman tersebut sudah berkembang alat tenun pembuat kain. Makna kain tersendiri adalah hasil pengerjaan terhadap kumpulan serat dan benang menjadi satu struktur yang mempunyai luas permukaan sangat besar dibandingkan dengan ketebalannya,dan mempunyai kekuatan yang memadai untuk struktur tersebut,juga memiliki kohesi dan lentur.Pembuatan kain dapat dilakukan dengan cara :
-Menenun (Weaving) yaitu proses membentuk suatu anyaman dari dua macam benang.Alat yang digunakan untuk membuat kain bisa berupa mesin tenun ataupun ATBM yang digerakan oleh tenaga manusia.
-Merajut (Kinitting) yaitu anyaman berupa jeratan –jeratan yang saling menghubungkan dengan menggunakan jarum (Needle) khusus.
Nonwoven,yaitu berkas lembaran atau hamparan serat-serat tekstil yang saling berpegangan bersamaan saling mengunci secara mekanis dalam jaringan acak, dengan medium perekat seperti kanji,perekat,lateks karet atau mesin sintetik.
Metode lain.
                       Seiring zaman dan kemajuan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi),manusia mulai mengembangkan mesin-mesin canggih seperti mesin pemintalan atau didalam industri tekstil biasa disebut dengan proses spinning. Proses spinning yakni proses mengolah serat menjadi benang.Serat dibagi menjadi 2 bagian , yaitu serat alam ( terdiri dari binatang, tumbuh-tumbuhan dan mineral ) dan Serat buatan ( terdiri dari polimer alam dan polimer sintetik ).  Dalam mesin lain benang tersebut mengalami proses Soft winder yaitu proses penggulungan benang hasil dari pemintalan,selanjutnya akan masuk ke proses pencelupan benang.                                                       
                         Proses selanjutnya setelah pencelupan atau pewarnaan pada benang adalah weaving biasa disebut juga proses penenunan, yaitu proses mengolah benang menjadi kain.Kain-kain dari hasil mesin tenun ini kemudian masuk ke proses pemeriksaan atau disebut Shiage. Di proses ini kain akan dicek dan ditentukan gradenya. Selanjutnya,Kain akan masuk ke proses pemolesan terhadap warna, penampilan dan pegangan (handling) disebut dengan proses Dyeing. Proses ini merupakan proses terakhir dari proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku kapas atau polyester hingga menjadi kain. Proses terakhir yaitu proses penggulungan dan pengepakan kain sesuai dengan pesanan ataupun dapat juga dipasarkan ke pelanggan-pelanggan dan distributor disetiap pusat-pusat grosir kain.
                         Kain mempunyai banyak kegunaan selain dibuatkan dalam bentuk pakaian , celana , t-shirt dan jaket . Tapi juga dalam bentuk sepray tempat tidur , hordeng , handuk , spanduk dan masih banyak lainnya yang  mencakup bidang kedokteran , militer , pertanian dan fashion.Sebagai contoh yaitu kota bandung , bandung sangat terkenal dengan ungkapan “PARIS VAN JAVA”  atau “KOTA MODE” karena ditempat tersebut berkembang mode hasil dari modifikasi kain dalam bentuk terbaru dan sekreatif mungkin.Tentunya ditunjang dengan pabrik-pabrik tekstile yang berada di sekitarnya.                                                                                                                                                       Perekembangannya-pun begitu sangat pesat,hal tersebut berjalan seiring dengan banyak nya permintaan dari masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.Macamnya tidak hanya terbatas pada kain katun, tapi juga terdapat kain tile, kain linen , kain cotton , kain wool ,kain silk , kain anylon  dan tentunya kain yang sangat mencirikhaskan Indonesia yaitu kain batik.

FINISHING- Pengolahan/ Penyempurnaan  Tekstil.
Salah satu definisi teknologi penyempurnaan tekstil adalah: suatu pekerjaan yang dilakukan terhadap bahan tekstil yang masih mentah (grey) sampai menjadi bahan kain jadi yang sesuai dengan yang diharapkan.
Prosese Finishing terdiri dari 3 (tiga) proses penting yaitu:
A.    PROSES PERSIAPAN PENYEMPURNAAN (PRE- TREATMENT).
Proses persiapan biasanya meliputi proses- proses berikut:
-          Pembakaran Bulu (Singeing).
-          Penghilangan Kanji (Desizing).
-          Pemasakan  (Scouring).
-          Penggelantangan (Bleaching).
-          Mercerisasi (Mercerising).
-          Pemantapan (Heat Setting).
B.     PENYEMPURNAAN KHUSUS.
Penyempurnaan khusus adalah pengerjaan akhir dengan tindakan/ proses khusus untuk memenuhi permintaan khusus dari pembeli, misalnya permintaan kain beludru atau kain anti air (Water Proof).atau tahan Api.
Adapun pengerjaannya adakalanya menggunakan proses KIMIAWI atau proses MEKANIS.
Contoh Pengerjaan Proses Kimiawi:
-          Tahan Air
-          Tahan Cuci
-          Tahan Kusut
-          Kelembutan
-          Mudah dicuci
          
 Contoh Pengerjaan Proses Mekanis:
-          Kain Sanforizing
-          Kain Calendering/ Setrika.
-          Kain Garuk/ Beludru (Raising).
-          Kain Gernda. Beludru halus (Sueding) . dll
 
Kain  Grey , dari hasil sebuah proses pertenunan, bukan hanya mengandung kotoran, tapi juga termasuk sisa- sisa obat kanji pada benang lusi, membutuhkan proses dan perlakuan  lebih lanjut dalam rangka untuk meningkatkan kualitasnya secara maksimal sebagai sebuah produk tekstil. Selain itu, dapat pula dilakukan perlakuan khusus untuk lebih meningkatkan nilainya dengan memberikan aneka treatment khusus pada saat proses finishing. Perlakuan bisa dilakukan secara KIMIAWI maupun NON KIMIAWI.

           



PROSES KIMIAWI

a.1• DESIZING/ PENGHILANGAN KANJI. 

Tergantung pada bahan kanji yang telah digunakan, kain mungkin direndam dalam asam atau basa encer dan kemudian dibilas, atau enzim dapat digunakan untuk memecah bahan kanji/ sizing material berbahan alami yang digunakan.  

a.2•
 SCOURING  / KELANTANG (PENCUCIAN KIMIAWI).
SCOURING, adalah sebuah proses pencucian kimia dilakukan pada kain katun untuk menghilangkan lilin alami dan kotoran non-serat (misalnya sisa-sisa fragmen biji) dari serat dan setiap benda asing yang bersifat mengotori atau kotoran. Proses Scouring bisa dilakukan dalam bejana  besi yang disebut Kiers. Kain ini direbus dalam larutan alkali, yang membentuk sabun dengan asam lemak bebas (Saponifikasi). Kier A biasanya tertutup, sehingga larutan sodium hidroksida dapat direbus di bawah tekanan, termasuk oksigen yang akan meresap kedalam  selulosa dalam serat. Jika reagen yang digunakan tepat , Scouring juga akan menghilangkan sisa obat kanji pada  kain  lebih lanjut meskipun desizing sudah dilakukan sebelum proses Scouring, dan dianggap sebagai proses yang terpisah yang dikenal sebagai Proses Persiapan Pencelupan Kain. Persiapan dengan Scouring ini merupakan prasyarat untuk sebagian besar proses finishing berikutnya. Pada tahap ini (bahkan serat kapas paling alami pun) berwarna putih kekuningan, oleh karena itu proses selanjutnya untuk pemutihan lanjut, diperlukan.

a.3• BLEACHING/ Pemutihan .
Pemutihan dimaksudkan untuk meningkatkan derajat putih dengan menghapus warna alami dan sisa kotoran dari  kapas, tingkat pemutihan yang diperlukan ditentukan oleh tingkat keputihan yang diharapkan. Kapas dari serat nabati  dikelantang menggunakan senyawa pengoksidasi (oksidator agent), seperti sodium hipoklorit atau larutan hidrogen peroksida. Jika kain yang akan dicelup dengan warna tua, maka rendahnya tingkat pemutihan dapat diterima. Namun, untuk kain SPREI  putih dan aplikasi medis, tingkat tertinggi keputihan dan tingkat daya serap sangat penting.

a.4• MERCERISING
Proses selanjutnya adalah Mercerizing, dalam proses ini kain di treatment  dengan larutan soda kaustik (Na OH), yang akan menyebabkan penggelembungan serat. Hal ini menyebabkan munculnya kilau serat, bertambahnya kekuatan serat  dan afinitas terhadap zat pewarna, meningkat. Kain Katun di  mercerized dibawah control tegangan, dan semua alkali harus dicuci sebelum control tegangan dilepaskan atau jika tidak penyusutan akan berlangsung. Mercerizing dapat dilakukan langsung pada  kain Grey, atau setelah proses BLEACHING /pemutihan. [29]
 
Banyak proses kimiawi lain dapat digunakan untuk kain katun. misalnya untuk menghasilkan efek  kain tak mudah terbakar, tahan kerut dan tahan bekas lipatan dan efek khusus lainnya.

 b.      TREATMENT NON KIMIA
Adapun treatment finishing non-kimia lainnya adalah:

b.1• SINGEING / PEMBAKARAN BULU.
Singeing dirancang untuk membakar serat- serat/ bulu pada permukaan kain untuk menghasilkan permukaan kain yang halus. Prosesnya: kain dilewatkan pada sikat agar bulunya tegak, kemudian kain dilewatkan pada plate besi panas yang dipanaskan dengan api gas agar bulu yang tegak tersebut terbakar hilang, sehingga permukaan kain menjadi mulus..

b.2• RAISING /PROSES KAIN BELUDRU.
Proses lain finishing adalah menegakkan bulu diatas permukaan kain, agar permukaan kain terasa seperti beludru. Selama menegakkan bulu ini, permukaan kain digaruk dengan gigi besi tajam untuk mengangkat serat permukaan, dengan demikian menimbulkan keadaan kain berbulu, lembut dan hangat, seperti pada kain flanel.

b.3• CALENDER
Calender adalah proses mekanis ketiga yang penting, di mana kain dilewatkan diantara rol panas untuk menghasilkan efek halus, dipoles atau disain/ ornamen timbul tergantung pada sifat permukaan roller dan kecepatan relatif.

b.4• PENYUSUTAN MEKANIK / SANFORIZING.
Yang terakhir adalah Proses SANFORISING/ Penyusutan  Mekanik,  dimana kain dipaksa untuk menyusut lebar dan / atau memanjang, menciptakan kain yang memiliki kecenderungan menyusut setelah pencucian berikutnya menjadi minimal (kain tidak menyusut setelah dicuci)..

C•  PENCELUPAN (Dyeing)
Bahan kapas merupakan serat yang memiliki sifat penyerap yang merespon proses pewarnaan. Pencelupan, pada umumnya dilakukan dengan menggunakan zat warna langsung Anionik dengan cara  merendam kain (atau benang) dalam Bejana Larutan Obat sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Untuk meningkatkan tahan luntur ketika dicuci, meningkatkan tahan gosok atau tahan cahaya, Zat pewarna lain seperti: Vat Dyes dan Reactives  Dyes - juga lazim digunakan. Tentu saja ini memerlukan proses kimia yang lebih kompleks selama pemrosesan dan karena itu lebih mahal untuk diterapkan.
Bahan selain kapas tentu masing- masing memiliki karakteristik tersendiri dengan kecocokan dari obat pewarna yang dipilih. Pemilihan zat pewarna dan jenis- jenisnya nanti akan dibahas tersendiri.

PROSES PENGERJAAN PENCELUPAN.
Yaitu proses pemberian warna tertentu pada bahan tekstil. Pewarnaan dimaksud harus memenuhi standart permintaan dari pengguna.
Prinsip dasarnya adalah dengan mencelupkan bahan tekstil kedalam larutan zat warna tertentu yang telah dipersiapkan sebelumnya baik jumlah maupun intensitas serta arah warnanya, kemudian diperas dan dikeringkan.
Proses Pencelupan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yakni:
a.  SYSTEM EXHAUST/ TIDAK KONTINYU
Yaitu proses pencelupan dengan cara MERENDAM dengan memperbandingkan jumlah bahan yang diproses dengan larutan yang dipakai (vlot).
Contoh: - Jet Dying – Bak Haspel – Jigger.

b. SYSTEM KONTINYU.
Yaitu proses aplikasi dari proses pencelupan yang berjalan secara berkesinambungan sehingga didapatkan kain hasil celupan yang rata dengan HASIL PRODUKSI YANG BESAR.Contoh: Pad Dry Thermososl Dyeing.
c. SYSTEM SEMI KONTINYU.
Yaitu Proses Gabungan antara proses tidak kontinyu dengan proses kontinyu, dengan dilakukan PENUNDAAN untuk proses berikutnya.
Contoh: Pad Batch. Pad Jig.


4• PROSES SABLON / PRINTING
 
    Yaitu proses MENEMPELKAN  zat warna tertentu dengan POLA tertentu pada permukaankain, baik yang sudah berwarna atau belum.
    Proses printing bisa dilakukan dengan:

1.      Pencapan Semprot ( Spry Printing).
Baik dengan methode sederhana dengan kaleng/ kayu yang dilubangi atau dengan kain kasa. Cara ini biasa dipakai untuk memberi cap pada barang- barang pada kayu, besi , kantong plastic, dll.
2.      Pencapan BLOK. (Block Printing)
Cetakan terbuat dari kayu atau logam yang mudah dibentuk seperti tembaga dengan permukaan yang ber MOTIF menonjol. Pencapan BLOK dipakai juga untuk BATIK CAP, dengan methode negatip, artinya yang dicap dengan GUM (lilin batik/ malam) akan tidak berwarna/ berwarna putih setelah GUM nya dibuang dengan dicelup air panas dengan campuran Natrium Hydroksida (Na OH).
3.      Pencapan BULU/SERAT BERWARNA (Flock Printing).
Yaitu serat/ fibre yang telah diwarnai ditempelkan pada bahan/ kain yang telah diberikan perekat dengan pola tertentu. Hasilnya terbentuk pola timbul pada kain.
4.      Pencapan SABLON.
Alat cetak dibuat dari kain kasa/ Screen yang sebagian lubang- lubangnya telah ditutup dengan penutup khusus/ Gellatin dengan pola tertentu yang telah dilukis/ diukirkan pada screen, biasanya dilakukan dengan paparan foto synthesis (seperti cuci film negatip)
-     CARA SEDERHANA.  Cara sederhana dilakukan dengan Screen rangka kayu, dan screen dipindahkan dengan tangan, karena itu disebut HAND PRINTING.
-          FLAT PRINTING MACHINE
Pola kerjanya seperti pada Hand Printing, namun semua gerakannya nya sudah serba otomatic.
-          ROTARY PRINTING MACHINE
Pada ROTARY PRINTING alat cetaknya berbentuk Cylinder yang berputar. Ini adalah mesin printing modern dengan produktifitas dan corak tak terbatas.
-          ROLLER PRINTING MACHINE
  Pada proses Roller Printing. Alat cetaknya berupa rol padat (biasanya dari tembaga) yang telah diukir. Biasanya dipakai untuk motif- motif kecil, ataupun motif dengan jumlah produksi banyak.

Perkembangan Industri Pakaian
Perkembangan bisnis garment baju di indonesia tak lain karena perkembangan di dunia fashion yang dinamis. Industri garment baju di tanah air mulai berkembang sekitar tahun 1970-an. Perkembangan industri ini terutama terjadi sesudah sejumlah industri menyediakan bahan baku pakaian jadi sudah berkembang sebelumnya. Diantara lain, industri pemintalan, industri benang, juga industri penghasil serat sintetis, dimana industri ini menyediakan bahan baku untuk menghasilkan tekstil jadi.
Pengertian Garment
Perkembangan industri di bidang garment baju setiap tahun selalu memperlihatkan grafik peningkatan yang signifikan. Selain itu, definisi garment sendiri adalah sebuah industri, tidak bisa dilepaskan dari rangkaian industri berkaitan lainnya, seperti industri serat & benang, industri pemintalan, penenunan, hingga menjadi baju/pakaian jadi. Semua jenis industri itu dapat disebut sebagai industri tekstil dan produk tekstil.
Mulainya Kegiatan Ekspor Garment Baju Dan Produk Tekstil
Ketika kegiatan ekspor mulai dilakukan kira-kira pada tahun 1980, nilai ekspor garment baju maupun tekstil & produk tekstil baru mencapai angka sekitar 155 juta dolar AS. Tetapi dalam waktu 15 tahun, sekitar tahun 1995, nilai ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia telah jauh meningkat menjadi 7-8 milyar dolar AS. Hingga saat ini, industri tekstil maupun produk tekstil masih menjadi andalan dan cukup besar peranannya dalam bidang ekspor non migas di indonesia.
Kualitas Ekspor Garment Baju
Walaupun nilai ekspor produk garment baju cukup besar, namun nilainya hanya sekitar 1/3 dari total produksi. 2/3 lainnya masih dipasarkan untuk konsumsi didalam negeri. Kondisi ini terjadi dikarenakan kualitas produk garment baju di indonesia masih kalah bersaing dengan produk dari negara lainnya, serta belum dapat memenuhi standar kualitas beberapa negara importer.
Quality control/Pengendalian kualitas nampaknya menjadi masalah terbesar dihadapi oleh industri garment baju di tanaha air. Masalah rendahnya kualitas garment sering terjadi, umumnya berasal dari bahan baku kain yang terlewati oleh tim quality control, maupun cacat terjadi ketika proses pembuatan menjadi baju jadi. Masalah bahan baku kain sebenarnya berkaitan dengan hasil industri sebelumnya dan mesti ditingkatkan.
Sedangkan untuk mengatasi rendahnya kualitas hasil industri garment baju, pihak garment biasanya telah meningkatkan upaya pengendalian mutu secara ketat. Walaupun demikian, sejumlah negara sasaran ekspor, seperti Amerika, Jepang, nampaknya bukan pasar untuk mudah ditembus. Mungkin industri garment baju di tanah air masih membutuhkan waktu lebih lama dan mengelola sejumlah SDM yang ada untuk meningkatkan kualitasnya.


Comments

  1. Situs Daftar Poker Online Deposit Via Pulsa

    Minimal Deposit & Withdraw Yang Hanya Rp:20.000
    Daftar Yang Mudah Dan Gratis !!
    Menyediakan Semua bank Lokal Seperti:
    ( BCA,MANDIRI,BNI,BRI,DANAMON,CIMB) & Dapat Menggunakan Aplikasi OvO

    Di Situs Kartubos Juga Dapat Deposit Menggunakan PULSA TELKOMSEL & XL.
    { http://kartubos88.fun }
    Pelayanan Customer Service Online 24/7 Nonstop Anda Bisa Chat Melalui LIVECHAT Ataupun WHATSAPP.

    Silakan Hubungin Kami Melalui :
    - WHATSAPP : +855-96-438-7988
    - SKYPE : @kartubos378
    Poker uang asli
    Daftar Poker Online
    Poker Deposit Pulsa
    Pulsa XL
    Agen Domino

    ReplyDelete
  2. Situs 5 Server Poker Online Dalam 1 Website

    Minimal Deposit & Withdraw Yang Hanya Rp:20.000
    Daftar Yang Mudah Dan Gratis !!
    Menyediakan Semua bank Lokal Seperti:
    ( BCA,MANDIRI,BNI,BRI,DANAMON,CIMB) & Dapat Menggunakan Aplikasi OvO

    Di Situs Hokibos Juga Dapat Deposit Menggunakan PULSA TELKOMSEL & XL.
    { http://hokibos.net }
    Pelayanan Customer Service Online 24/7 Nonstop Anda Bisa Chat Melalui

    LIVECHAT Ataupun WHATSAPP.

    Silakan Hubungin Kami Melalui :
    - WHATSAPP : +85599403321
    - LINE : hokibos01
    Agen poker online terpercaya
    Gudang poker online
    Situs poker online
    Poker online HKB
    Situs judi online

    ReplyDelete

Post a Comment